Minggu, 05 November 2017

Troubleshooting pada Transport Layer

Hasil gambar untuk masalah pada transport layer
Permasalahan lapisan transport

    Masalah jaringan dapat timbul dari transportasi lapisan masalah pada router, terutama di tepi jaringan mana lalu lintas diperiksa dan dimodifikasi. Dua teknologi lapisan umumnya dilaksanakan transportasi adalah akses daftar kontrol (ACL) dan Network Address Translation (NAT), seperti yang ditunjukkan dalam Masalah yang paling umum dengan ACLs disebabkan oleh konfigurasi pantas, seperti ditunjukkan pada gambar 2. Masalah dengan ACLs dapat menyebabkan jika tidak bekerja sistem gagal.

Ada beberapa daerah yang mana misconfigurations sering terjadi:

  •     Pilihan arus lalu lintas – misconfiguration router yang paling umum adalah menerapkan ACL untuk lalu lintas yang salah. Lalu lintas didefinisikan oleh kedua antarmuka router melalui yang lalu lintas adalah bepergian dan arah di mana lalu lintas ini bepergian. Sebuah ACL harus diterapkan ke antarmuka yang benar, dan ke arah lalu lintas benar harus dipilih untuk berfungsi dengan baik.
  • ·  Perintah akses kontrol entri – entri di ACL harus dari spesifik untuk umum. Meskipun ACL mungkin memiliki entri khusus mengizinkan arus lalu-lintas tertentu, paket pernah cocok entri jika mereka ditolak oleh lain entri sebelumnya dalam daftar. Jika router menjalankan ACLs dan NAT, urutan di mana setiap teknologi ini diterapkan untuk arus lalu lintas penting. Lalu lintas masuk diproses oleh inbound ACL sebelum diproses oleh lalu lintas NAT. Outbound luar di-dalam diproses oleh ACL keluar setelah diproses oleh dalam di-luar NAT. (1127, 2016).

Protokol pengguna datagram (UDP)

     UDP adalah kependekan dari User Datagram Protocol metupakan bagian dari internet protocol. Dengan UDP, aplikasi komputer dapat mengirimkan pesan kepada komputer lain dalam jaringan lain tanpa melakukan komunikasi awal.

     UDP melakukan komunikasi secara sederhana dengan mekanisme yang sangat minimal. Ada proses checksum untuk menjaga integritas data. UDP digunakan untuk komunikasi yang sederhana seperti query DNS (Domain Name System),  NTP (Network Time Protocol)  DHCP (Dinamic Host Configuration Protocol), dan RIP   (Routing Information Protocol). (Articles, 2010)

Transport protokol kontrol (TCP)

    TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standarkomunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). 

    Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. (weblog, 2015)

Header TCP

        Pengertian IP header adalah informasi dimana IP protocol menambahkan di depan transport klien layer X untuk membuat IP paket. Header ini panjangnya 20 byte dan mencakup source dan destination IP address.


Cukup sekian postingan saya tentang TS pada Transport Layer....

SEMOGA BERMANFAAT :)

Selasa, 31 Oktober 2017

Trobleshooting Network Layer

Assalamualaikum

Kali ini saya akan memposting Trobleshooting tentang Network Layer...

Hasil gambar untuk network layer

1. PENGERTIAN
Lapisan jaringan atau Network layer adalah lapisan ketiga dari bawah dalam model referensi jaringan OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi berikut: Pengalamatan logis dan melakukan pemetaan (routing) terhadap paket-paket melalui jaringan.

2. LAPISAN - LAPISAN PROTOKOL
Internet Layer(Network layer pada model OSI)


Pada lapisan ini TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh protokol-protokol lainnya, yakni sebagai berikut:


• IP (Internetworking Protocol) merupakan sebuah mekanisme transmisi yang digunakan oleh TCP/IP. IP disebut juga unreliable dan connectionless datagram protocol-a best effort delivery service. IP mentransportasikan data dalam paket-paket yang disebut datagram.


• ARP (Address Resolution Protocol) merupakan protokol yang digunakan untuk menyesuaikan/mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik(Physical Address) dari sebuah komputer.


• RARP (Reverse Address Resolution Protocol) merupakan kebalikan dari ARP(Address Resolution Protokol) yakni mengetahui physical address melalui alamat IP.


• ICMP (Internet Control Message Protocol) merupakan sebuah mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host dan gateway untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah kepada host pengirim.


• IGMP (Internet Group Message Protocol)


• digunakan untuk memfasilitasi transmisi message yang simultan kepada kelompok/group penerima.



Masalah yang terjadi di Network Layer

Pada Layer 3, teknisi perlu menyelidiki pengalamatan logis digunakan dalam jaringan, seperti skema alamat IP.  Jika  jaringan  menggunakan  alamat  IP,  teknisi  memverifikasi  bahwa perangkat  tersebut  memiliki pengaturan yang tepat, seperti:

  • Alamat IP dalam jaringan yang ditetapkan
  • Correct subnet mask
  • Default gateway yang benar
  • Pengaturan lain yang diperlukan, seperti DHCP atau DNS
  • Pada Layer 3, beberapa utilitas dapat membantu dengan proses pemecahan masalah. 
Tiga command  line yang paling umum adalah :

  • ipconfig – Menunjukkan pengaturan IP pada komputer
  • ping – Tes konektivitas jaringan dasar
  • Tracert – Melihat jalur routing antara sumber dan tujuan tersedia


Kebanyakan masalah  jaringan  biasanya  dapat  diatasi  dengan menggunakan  ini  Layer  1,  2,  dan  3  teknik Troubleshooting.

Untuk mengatasi Request Time Out kita juga harus dapat mengidentifikasi terlebih dahulu penyebab atau masalah sehingga menyebabkan Request Time Out. Berikut adalah Penyebab dan Cara mengatasi Request Time Out pada jaringan komputer:

1. Tidak ada koneksi internet untuk dapat mengakses server yang dituju
 
Coba cek koneksi internet yang anda gunakan. Pemberian alamat IP, subnetmask, gateway ataupun yang lainnya.

2. Kabel jaringan tidak terhubung dengan komputer yang dituju
 
Coba lakukan pengecekan pada kabel jaringan dengan melihat lampu indikator pada LAN Card atau lampu indikator pada SWITCH. Untuk cara terbaik bisa menggunakan LAN Tester untuk mengetahui koneksi dari kabel tersebut.

3. IP address yang dituju sedang tidak aktif
 
IP Address menjadi bagian yang sangat penting dalam jaringan komputer, jika IP addres tidak sesuai dengan network yang digunakan maka tidak akan ada koneksi pada jaringan tersebut. Untuk itu pastikan terlebih dahulu komputer yang memiliki IP Address tersebut dalam kondisi menyala dan aktif

4. Ada permasalahan pada switch / switch mengalami kerusakan
 
Kerusakan pada switch akan menyebabkan terganggunya jaringan komputer. Untuk mengecek kondisi switch kita bisa melihat lampu indikator pada switch

5. Port pada Komputer tersebut telah ditutup
 
Periksa port pada Network atau pastikan proxy tidak dalam kondisi aktif

6. Pengrimpingan kabel tidak sempurna / saling krimping kabel
 
Jika pengimpingan kabel tidak sempurna, maka akan menjadi masalah pada jaringan komputer. Untuk itu periksa kembali kabel dengan menggunakan LAN tester.

7. Lan Card mengalami masalah
 
LAN Card menjadi pintu utama masuknya jaringan pada komputer, LAN Card yang bermasalah biasanya ditandai dengan tidak menyalanya lampu indikator pada LAN Card. Akan tetapi jika driver LAN Card belum terinstall maka LAN Card juga tidak dapat digunakan. Untuk itu pastikan dulu kondisi LAN Card dan periksa driver LAN Card tersebut.


Destination unreachable, terjadi jika host, jaringan, port atau protokol
tertentu tidak dapat dijangkau. Komunikasi di jaringan tergantung dari beberapa kondisi yang ditemui.

Jika anda menemui pesan "Destination Host Unreachable" saat melakukan tes koneksi via Command Prompt pada komputer Windows anda ,maka ada 3 masalah yang harus di perbaiki :
  •     Kabel jaringan, LAN Card atau Wireless USB kemungkinan tidak terhubung ke PC atau perangkatnya rusak.
  •     HUB/SWITCH tidak di nyalakan atau rusak.
  •     Status "Local Area Connection" masih "Disable" pada Network Connection di Control Panel.

Sekian postingan dari saya tentang Troubleshooting Network Layer....

SEMOGA BERMANFAAT :)

Senin, 23 Oktober 2017

Troubleshooting Layer Data Link






Data Link

Adalah lapisan kedua dari OSI 7 Layer. Layer ini adalah protocol layer yang mentansfer data antara node jaringan yang berdekatan di wide area network (WAN) atau antar node pada segmen jaringan area lokal yang sama. mempunyai saranan untuk mendeteksi dan mungkinbisa memperbaiki kesalahan yang terjadi di physical layer.

Data link layer memiliki 2 sub, yaitu :

  • LLC ( Logical link control ) yang bertugas untuk memeriksa kesalahan dan menangani transmisi frame.
  • MAC ( Medium Access Control ) yang bertugas untuk mengambil dan melepaskan data dari dank e kabel, menentuikan protokol untuk akses ke kabel yang di share dalam jaringan. 


Perangkat Data Link

  • Switch
Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada pada layer 2 (Datalink Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima

  • Bridge jaringan 
Bridge jaringan adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan


Troubleshooting
Data link layer memiliki beberapa fungsi spesifik. Fungsi-fungsi ini meliputi penyediaan interface layanan-layanan baik bagi network layer, penentuan cara pengelompokan bit dari physical layer ke dalam frame, hal-hal yang berkaitan dengan error transmisi, dan pengaturan aliran frame sehingga receiver yang lambat tidak akan terbanjiri oleh pengirim yang cepat.

1. Terjadinya noise pada saluran yang dapat merusak frame
2. Kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat ke penerima yang lambat


Dalam model Open System Interconnection (OSI), lapisan data link berada tepat di atas lapisan fisik. Pada layer ini kalian harus memeriksa bagian ini :

  • link status : Sebagian besar sistem operasi menyediakan beberapa jenis tools untuk memeriksa link  status. Microsoft Windows selalu memberi tahu saat terkoneksi dan disconnect LAN Card. pastikan Lan Card diaktifkan di sistem operasi
  • Check the status lights : sebagian besar kartu jaringan memiliki satu atau dua lampu. Lampu ini juga akan mengidentifikasi link status dan kecepatan, serta aktivitas over the link
  • Address Resolution Protocol (ARP) : ARP adalah command line yang akan menampilkan MAC dari semua perangkat yang baru saja berkomunikasi, bisa salah satu MAC Address komputer lain terdeteksi. maka data link bekerja dengan benar.
Ada dua pendekatan untuk deteksi kesalahan : 
1. Forward Error Control 
Dimana  setiap  karakter  yang  ditransmisikan  atau  frame  berisi  informasi  tambahan (redundant)  sehingga  bila  penerima  tidak  hanya  dapat  mendeteksi  dimana  error terjadi, tetapi juga menjelaskan dimana aliran bit yang diterima error.
 
2. Feedback (backward) Error Control
 
Dimana  setiap  karakter  atau  frame  memilki  informasi  yang  cukup  untuk memperbolehkan  penerima  mendeteksi  bila  menemukan  kesalahan  tetapi  tidak lokasinya.  Sebuah  transmisi  kontro  digunakan  untuk  meminta  pengiriman  ulang, menyalin informasi yang dikirimkan.
 
Feedback error control dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
 
1. Teknik yang digunakan untuk deteksi kesalahan
2. Kontrol algoritma yang telah disediakan untuk mengontrol transmisi ulang. (Mahmudi, 2015) 

Penanganan Kesalahan Transmisi

Dalam usaha menghindari gangguan dapat dilakukan dengan menggunakan tiga cara:

1. Metode Echo

Dimana pengguna komputer dapat melihat proses pertukaran data tersebut melalui layar monitor, dengan tampilnya semua data yang dikirim dan diterima pada layar monitor maka kesalahan dapat segera diketahui.

2. Metode Paritas

Merupakan metode yang menggunakan bit paritas, yaitu bit tambahan (bias 0 atau 1) yang digunakan untuk mendeteksi kesalahan saat sejumlah data dikirimkan atau diterima.

3. Metode Frame Check

Pada metode ini, data yang dikirim akan diperiksa berdasarkan frame-nya, artinya suatu data atau karakter yang dikirim akan diperiksa diantara kedua bit pembentuk frame tersebut. 


Senin, 16 Oktober 2017

Troubleshooting Pada Layer FISIK OSI



Assalamualaikum, sekarang saya akan memposting Troubleshooting pada Layer Fisik OSI.



Hasil gambar untuk Gambar OSI Layer


Lapisan fisik (Physical Layer) merupakan lapisan dasar dari semua jaringan dalam model referensi OSI dimana lapisan ini berfungsi untuk mentransmisikan sinyal data analog maupun digital. Selain itu, lapisan fisik dapat digunakan untuk menentukan karakteristik dari kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer dalam jaringan sehingga sarana sistem pengiriman data ke perangkat lain yang terhubung dalam suatu jaringan komputer. Pada lapisan ini yang akan menjelaskan mengenai jarak terjauh yang mungkin digunakan oleh media fisik serta mengatur bagaimana cara melakukan collision control. Physical Layer juga memiliki tujuan utama, seperti.
o   Menspesifikasikan standar untuk berinteraksi dengan media jaringan.
o   Menspesifikasikan kebutuhan media untuk jaringan.
o   Menetukan karakteristik kabel untuk menghubungkan komputer dengan jaringan.
o   Mentransfer dan menentukan bagaimana bit data dikodekan.
o   Format sinyal electrical untuk transmisi lewat media jaringan.        
o   Sinkronisasi transmisi sinyal.
o   Menangani interkoneksi fisik (kabel), mekanikal, elektrikal dan procedural.
o   Mendeteksi error selama transmisi.

A.     Identifikasi masalah dan lapisan fisik
Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data diatas media jaringan seperti kabel, radio dan cahaya. Selain itu, lapisan ini dapat mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi sinkronisasi antar bit, pengaktifan dan pemutusan koneksi serta beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi seperti kabel UTP / STP, kabel koaksial atau kabel fiber optic. Protocol pada PHY Layer mencakup IEEE 802.3; RS-232C; X.21; repeater; transceiver; kartu jaringan atau Network Interface Card (NIC) dan pengabelan untuk beroperasi.

B.      Standart pengkabelan EIA 506

Standar pengkabelan UTP diatur oleh Electronics Industry Alliance/Telecommunication Industry Association (EIA/TIA).
Jika kita lihat, maka urutan warna T568A dari kiri ke kanan adalah:
putih-hijau, hijau, putih-oranye, biru, putih-biru, oranye, putih-coklat, coklat.
sedangkan untuk jenis T568B urutannya adalah:
putih-oranye, oranye, putih-hijau,  biru, putih-biru, hijau, putih-coklat, coklat.



Dua urutan warna diatas adalah urutan warna yang telah menjadi standar internasional dalam Cabling jaringan. selanjutnya, berdasarkan perbedaan urutan warna kedua Pin dari suatu kabel masih dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu straigh-through dan cross-over:

1. Straigh-Through
  Istilah Straigh-Through digunakan untuk kabel LAN yang memiliki urutan warna yang sama pada kedua ujung Pin. misalnya ujung Pin yang satu memiliki urutan warna jenis T568A (putih-hijau, hijau, putih-oranye, biru, putih-biru, oranye, putih-coklat, coklat), maka ujung Pin yang lainnya juga harus memiliki urutan warna berdasarkan standar T568A. jika yang digunakan oleh salah satu Pin adalah standar T568B, maka ujung Pin lainnya juga harus memiliki urutan warna berdasarkan standar T568B. anda dapat membuat kabel jenis straigh-through tanpa menggunakan aturan warna T568A maupun T568B asalkan dikedua ujung Pin memiliki urutan warna yang sama.
Kabel jenis Straigh-through digunakan untuk menghubungkan dua buah device yang tidak sejenis (mis: komputer-Switch/Hub, Komputer-Router, Router-Switch, dlsb)

2. Cross over
Berbeda dengan kabel jenis straigh-trough, kabel jenis Crossover memiliki urutan warna yang berbeda dikedua ujungnya. namun, perbedaan warna ini tidak boleh sembarangan, karena kedua ujung ini juga memiliki aturan urutan warna.
Pada kabel jenis Crossover standar, jika salah satu ujung Pin memiliki susunan warna berdasarkan aturan T568A, maka ujung Pin yang lain harus memiliki urutan warna berdasarkan standar T568B.
jika anda membuat urutan sendiri pada sebuah kabel LAN, maka urutan warna pada Pin Crossover-nya adalah : urutan warna ke-1 Pin pertama menjadi urutan ke-3 pada Pin kedua, urutan ke-2 pada Pin pertama menjadi urutan warna ke-6 pada Pin kedua.
Kabel jenis Crossover digunakan pada saat kita menghubungkan 2 buah device yang sejenis (mis:komputer-komputer, komputer-Router, Switch-Hub, Router-router, Switch).
untuk lebih jelasnya anda dapat memperhatikan contoh gambar dibawah ini

C.       Pengujian kabel pada jaringan.

Setelah kedua ujung kabel UTP dihubungkan dengan LAN Tester,diperoleh data sebagai berikut :
Led 1 : menyala
Led 2 : menyala
Led 3 : menyala
Led 4 : menyala
Led 5 : menyala
Led 6 : menyala
Led 7 : menyala
Led 8 : menyala
Layer fisik mentransmisikan bit dari satu komputer ke komputer lain dan mengatur transmisi aliran bit melalui media fisik. Layer fisik adalah satu-satunya layer dengan sifat yang nyata secara fisik, seperti kabel, kartu, dan antena.

Isu pada jaringan sering hadir sebagai masalah kinerja. Masalah kinerja berarti bahwa ada perbedaan antara perilaku yang diharapkan dan perilaku yang diamati, dan sistem ini tidak berfungsi seperti yang bisa cukup diharapkan. Kegagalan dan kondisi suboptimal pada layer fisik tidak hanya pengguna ketidaknyamanan tetapi dapat berdampak pada produktivitas seluruh perusahaan. Jaringan yang mengalami jenis kondisi biasanya ditutup. Karena layer atas dari model OSI tergantung pada layer fisik berfungsi, administrator jaringan harus memiliki kemampuan untuk secara efektif mengisolasi dan memperbaiki masalah pada layer ini.

Gejala umum dari masalah jaringan pada layer fisik meliputi:


  •   Performance lower than baseline – Alasan paling umum untuk kinerja lambat atau miskin termasuk kelebihan beban atau kurang bertenaga server, cocok switch atau router konfigurasi, kemacetan lalu lintas pada link berkapasitas rendah, dan hilangnya bingkai kronis.
  • Loss of Connectivity – Jika kabel atau perangkat gagal; gejala yang paling jelas adalah hilangnya konektivitas antara perangkat yang berkomunikasi melalui link yang atau dengan perangkat gagal atau antarmuka. Hal ini ditunjukkan dengan tes ping sederhana. Kehilangan akses dapat menunjukkan sambungan yang longgar atau teroksidasi.
  •  Network bottlenecks or congestion – Jika router, interface, atau kabel gagal, protokol routing dapat mengarahkan lalu lintas ke rute lain yang tidak dirancang untuk membawa kapasitas tambahan. Hal ini dapat mengakibatkan kemacetan atau hambatan dalam bagian-bagian dari jaringan.
  •   High CPU utillzation rates – tingkat pemanfaatan CPU yang tinggi merupakan gejala bahwa perangkat, seperti router, switch, atau server, beroperasi pada atau melebihi batas desain. Jika tidak ditangani dengan cepat, CPU overloading dapat menyebabkan perangkat untuk menutup atau gagal.
  •  Console error messages – Pesan kesalahan dilaporkan pada konsol perangkat menunjukkan masalah layer fisik.

Isu yang sering menyebabkan masalah jaringan pada layer fisik meliputi:


  •   Power-related – isu-Power terkait adalah alasan yang paling mendasar untuk kegagalan jaringan. Juga, memeriksa operasi dari para fans, dan memastikan bahwa asupan chassis dan exhaust ventilasi yang jelas. Jika unit terdekat lainnya juga telah dimatikan, menduga kegagalan daya pada power supply utama.
  •  Hardware faults – rusak kartu antarmuka jaringan (NIC) dapat menjadi penyebab kesalahan transmisi jaringan akibat tabrakan terlambat, frame pendek, dan jabber. Jabber sering didefinisikan sebagai kondisi di mana perangkat jaringan terus mengirimkan acak, data berarti ke jaringan. Penyebab kemungkinan lain dari jabber yang NIC file rusak atau rusak driver, kabel yang buruk, atau masalah grounding.
  •   Cabling faults – Banyak masalah dapat diperbaiki dengan kabel hanya reseating yang telah menjadi sebagian terputus. Ketika melakukan pemeriksaan fisik, mencari kabel yang rusak, jenis kabel yang tidak benar, dan buruk berkerut RJ-45s. Kabel tersangka harus diuji atau ditukar dengan kabel berfungsi dikenal.
  •   Attenuation – Redaman dapat disebabkan jika panjang kabel melebihi batas desain untuk media, atau ketika ada koneksi yang buruk akibat kabel yang longgar atau kontak yang kotor atau teroksidasi. Jika redaman parah, perangkat penerima tidak selalu berhasil membedakan bit komponen aliran dari satu sama lain.
  •  Noise – interferensi elektromagnetik lokal (EMI) umumnya dikenal sebagai kebisingan. Kebisingan dapat dihasilkan oleh berbagai sumber, seperti stasiun FM radio, radio polisi, membangun keamanan, dan avionik untuk pendaratan otomatis, crosstalk (noise disebabkan oleh kabel lain di jalur yang sama atau kabel yang berdekatan), kabel listrik di dekatnya, perangkat dengan listrik besar motor, atau apapun yang mencakup pemancar lebih kuat daripada ponsel.
  •  Interface congfiguration errors – Banyak hal yang bisa terkonfigurasi pada antarmuka untuk menyebabkan itu untuk turun, seperti tingkat yang salah jam, salah sumber clock, dan antarmuka tidak sedang diaktifkan. Hal ini menyebabkan hilangnya konektivitas dengan segmen jaringan terpasang.
  •   Exceeding design limits – Komponen dapat beroperasi suboptimally pada layer fisik karena sedang digunakan pada tingkat rata-rata lebih tinggi daripada dikonfigurasi untuk beroperasi. Ketika masalah jenis masalah, menjadi jelas bahwa sumber daya untuk perangkat beroperasi pada atau dekat kapasitas maksimum dan ada peningkatan jumlah kesalahan antarmuka.
  •   CPU overload – Gejala termasuk proses dengan persentase utilisasi CPU tinggi, masukan antrian tetes, kinerja lambat, layanan router seperti Telnet dan ping lambat atau gagal untuk merespon, atau tidak ada update routing. Salah satu penyebab dari CPU yang berlebihan di router lalu lintas tinggi. Jika beberapa interface secara teratur kelebihan beban dengan lalu lintas, pertimbangkan mendesain ulang arus lalu lintas dalam jaringan atau upgrade hardware.jika lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah kita tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum.


Oke gan, Cukup sekian postingan dari saya tentang Troubleshooting pada layer Fisik OSI Layer.


SEMOGA BERMANFAAT :)